PEKANBARU | Di bawah kibaran Merah Putih dan semangat pengabdian tanpa batas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, meresmikan Padepokan Pencak Silat Militer sekaligus menutup Latihan Kader Terampil (Latkadertih) Pencak Silat Militer Tahun Anggaran 2025/2026, Jumat (30/1/2026) sore, di Lapangan Pancasila, Kota Pekanbaru.
Momentum ini menjadi penanda penting arah pembinaan prajurit TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Di bawah kepemimpinan Pangdam, pencak silat militer ditegaskan sebagai bagian integral dari pembentukan jati diri prajurit, karakter keprajuritan, serta kesetiaan mutlak kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.
Peresmian padepokan ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai. Prosesi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen komando untuk membangun prajurit yang kuat secara fisik, kokoh secara mental, dan teguh dalam nilai kebangsaan.
Usai peresmian, Pangdam meninjau langsung fasilitas padepokan pencak silat militer. Peninjauan ini menunjukkan kepemimpinan Pangdam yang menaruh perhatian besar terhadap kualitas sarana pembinaan sebagai fondasi pembentukan prajurit yang disiplin, berani, dan bertanggung jawab dalam setiap penugasan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Kodam XIX/Tuanku Tambusai, di antaranya Kasdam Brigjen TNI Rudi Hermawan, S.E., M.M., Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Muhammad Yahya, S.A.P., Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., para Asisten Kasdam, Kepala Badan Pelaksana Kodam, para Dandim dan Danyon jajaran, serta Danbrigif 89/Tuah Sakti Kolonel Inf Topan Angker, S.Sos., M.IP.
Turut hadir pula Ketua KONI Provinsi Riau, Ketua IPSI Provinsi Riau, serta para peserta Latkadertih Pencak Silat Militer dari seluruh jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Kehadiran unsur olahraga dan organisasi pencak silat menegaskan sinergi antara pembinaan militer dan pelestarian budaya bangsa.
Dalam amanatnya, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa Latkadertih Pencak Silat Militer merupakan bagian strategis dari pembinaan prajurit TNI AD sebagai penjaga kedaulatan negara dan pengawal keutuhan wilayah nasional.
“Prajurit TNI Angkatan Darat adalah benteng terakhir NKRI. Kesetiaan harus utuh, tidak terbagi, dan tidak bersyarat. Merah Putih adalah harga mati. Sapta Marga adalah pedoman hidup yang harus tertanam kuat dalam jiwa setiap prajurit,” tegas Pangdam.
Pangdam menekankan bahwa pencak silat militer bukan sekadar kemampuan bela diri, melainkan sarana pembinaan karakter yang mengajarkan disiplin, pengendalian diri, keberanian bermoral, sportivitas, dan kepatuhan terhadap garis komando.
Menurut Pangdam, nilai-nilai tersebut menjadi bekal utama prajurit dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks, baik dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, mendukung tugas-tugas kemanusiaan, maupun menghadapi ancaman terhadap kedaulatan negara.
“Di padepokan ini kita membentuk prajurit yang siap berdiri di garis depan, menjaga kehormatan bangsa, mempertahankan Merah Putih, dan mengabdikan jiwa raga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjut Pangdam dengan nada tegas dan penuh keyakinan.
Dengan diresmikannya Padepokan Pencak Silat Militer, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai berharap pembinaan dapat berjalan lebih terarah, berkesinambungan, dan menyentuh aspek fisik, mental, serta karakter, sekaligus melahirkan kader-kader pencak silat militer yang mampu menjadi teladan di satuan masing-masing.
Penutupan Latkadertih Pencak Silat Militer TA 2025/2026 menandai berakhirnya rangkaian latihan intensif yang telah dilaksanakan secara bertahap dan tersebar di jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan nilai yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Lebih dari itu, para lulusan Latkadertih diharapkan menjadi agen pembinaan di satuannya masing-masing, menularkan semangat nasionalisme, kedisiplinan, serta nilai-nilai Sapta Marga kepada prajurit lainnya.
Rangkaian kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Kodam XIX/Tuanku Tambusai dalam menjaga keseimbangan antara profesionalisme militer dan penguatan karakter prajurit, sejalan dengan tuntutan TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional.
Seluruh rangkaian kegiatan peresmian padepokan dan penutupan Latkadertih Pencak Silat Militer TA 2025/2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar, mencerminkan soliditas komando serta kesiapan prajurit Kodam XIX/Tuanku Tambusai sebagai penjaga Merah Putih, pengawal Pancasila, dan garda terdepan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
TIM
